19

Okt 2017

Jodoh

Jodoh.
Merupakan pertanyaan besar, bukan? Apa sih jodoh?
Beberapa orang religius berpendapat “jodoh ada di tangan Tuhan“.
Beberapa orang yang tidak terlalu agamis berpendapat “jodoh adalah pasangan yang pas, untuk kita”, dan kemudian membeli majalah Gadis, hanya untuk baca ramalan horoscope.
… Dan ada juga beberapa orang yang ‘tragis’ berpendapat “jodoh??? LO MAU JODOHIN GUE?? OH MAY GAAADDD” …. (sama sekali gak denger poin pertanyaan gue)
Tapi, kalian percaya akan jodoh bukan? Kalo iya, mungkin pertanyaan selanjutnya adalah: siapakah jodoh kita? Dan kapankah kita ketemu jodoh kita?
Gue sendiri percaya, tapi mungkin pertanyaan gue akan jodoh sedikit berbeda dari yang di atas. Menurut gue, pertanyaan yang patut dipertanyakan bukanlah “Siapa” atau “Kapan”; melainkan “Bagaimana kita menjemput jodoh kita“.
Menurut gue, semua manusia berjodoh. Kita semua berjodoh, jodoh lo gak hanya satu, melainkan buannyaakkk. Yang perlu lo lakukan adalah, mau jemput yang mana?
Mungkin lo bakal ketemu sama cewek yang cantik, tapi lo berpikir “Cantik, tapi udah. Nothing special.”
Mungkin lo bakal ketemu sama cewek yang pinter abis, tapi lo berpikir “Pinter siih, trus kenapa? Isi kepalanya cuman rumus dan isi Wikipedia, yaudah.. dia cuman google berjalan.”
Dan mungkin lo bakal apes, ketemu sama cewek yang tidak kedua-duanya, dan lo berpikir “Yaelah…. pake keluar rumah segala!”
Tapi, mungkin juga lo bakal ketemu sama cewek yang kecantikannya biasa aja, pinternya juga standar laah, gak tergolong jenius…. tapi entah kenapa segala tingkah lakunya terlihat sempurna. Segala yang dilakukannya seakan mengambil segenggam udara dari nafas lo, segala ucapannya seperti playlist yang selalu repeat di pikiran, dan tatapan matanya membuat lo serasa ingin menjadi orang gokil sehingga tatapan matanya tidak akan jatuh kemanapun, selain ke tatapan mata lo juga.
Dan lo berpikir “Damn… She’s the ONE!”
Dan ketika itu terjadi, apa yang akan lo lakukan? Apakah lo hanya terdiam, membisu karena ego dan “malu akan penolakan”, sehingga lo hanya mengamati dia dari kejauhan. Mengamati akun social media nya,
mendengar cerita akan dia dari sahabatnya,
sampai akhirnya lo ngeliat dia dijemput sama orang lain?
Atau, lo telen ego dan harga diri lo. Mendatangi dia tanpa rencana apapun, tanpapick-up lines atau gombalan sadis yang lo denger dari temen lo atau baca dari internet.
Gak peduli bakal ditolak atau engga,
gak peduli bakal diketawain atau engga,
karena misi lo pada saat itu:
yaitu buat ngomong “Hi.. Nama lo siapa?”
dan akhirnya lo mengetahui siapa nama dia, dan dia mengetahui siapa nama lo…
Akhirnya dia mengetahui bahwa elo itu exist, sebagaimana lo menyadari bahwa dia itu “exist.”
Tulisan ini ditujukan kepada
temen-temen gue yang jomblo..
 Beranilah, dan jemput jodohlo.
cc : genrifinadi
Thanks for inspire me.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *